SEMINAR NASIONAL UMKM DALAM MENGHADAPI INDUSTRI 4.0 BERSAMA ICSB

| Berita
SEMINAR NASIONAL UMKM DALAM MENGHADAPI INDUSTRI 4.0 BERSAMA ICSB

Itu diungkapkannya saat menjadi pemateri pada acara seminar nasional dengan tema UMKM dalam menghadapi industri 4.0 di Gedung Wanita Karanganyar, Selasa (23/4).

Acara tersebut dihadiri sekitar 500 pegiat Usaha Mickro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karanganyar.

Adapula pameran UMKM dari 17 kecamatan yang ada di Karanganyar.

Dalam kesempatan itu, pakar marketing sekaligus pemateri, Hermawan Kartajaya menyempatkan berkeliling di beberapa stand UMKM didampingi Wakil Bupati Karangnyar, Rober Christanto dan Kepala Disdagnakerkop UMKM Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki.

Pemateri Hermawan Kartajaya mengatakan, dalam menghadapi industri 4.0, para pegiat usaha harus lebih kreatif.

“UKM itu harus lebih kreatif, jangan cuma produktif. Kalau sekedar produktif tapi tidak kreatif, ya habis,” katanya.

Selanjutnya terkait industri 4.0, ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan usaha, yakni why, what dan how.

“Jadi harus tahu alasan melakukan sesuatu, harus tahu apa yang dilakukan dan bagaimana melakukan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ada lima sektor yang diperhatikan pemerintah yakni chemical (kimia), electronic (elektronik), automotive (automotif), textile and apparel (tekstil dan pakaian) dan food and beverage (makanan/minuman). Dari sekian sekor, saya anjurkan konsentrasi pada sektor food and beverage.

Pengelola obyek wisata Bukit Sekipan sekaligus CEO Red Chilies Hotel Solo dan Istibank, Joko Sutrisno mengatakan, sudah saatnya wirausaha mengubah pola pikirnya untuk mendapatkan penghasilan instan. Sebab, mendulang informasi dan kemampuan merupakan investasi penting yang dapat diraih di masa depan dengan keuntungan lebih besar.

“Mindset pedagang itu kalau diundang mengikuti pelatihan atau seminar, pasti uang sakunya berapa dan dijamu apa? Padahal banyak strategi bisa dipelajari di sana,” katanya.

Ia mengapresiasi para pengusaha mandiri yang mengikuti seminar nasional bertajuk bisnis kalangan UMKM di Gedung Wanita Karanganyar.

“Materinya khusus untuk menghadapi era 4.0. Fokus ke digitalisasi. Bahkan UMKM di Karanganyar memiliki grub pesan intan. Setiap pekan, kita update ilmu. Pada Rabu digelar seminar digital dengan nara sumber dari kita sendiri yang sudah sukses. Sebulan sekali kopi darat sharing dan transfer ilmu,” katanya.

Share
Komentar